031 - 3011146             hukum@trunojoyo.ac.id
HMK - Pidana
Sejarah :

Pada tahun 2008 di Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo hanya ada satu Jurusan/ Prodi yaitu Ilmu Hukum, sedangkan untuk Jurusan/ Prodi Sosiologi dan Komunikasi dimasukan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB). Pada saat itu lembaga lembaga kemahasiswaan dibubarkan dan tidak ada lembaga kemahasiswaan yang lain kecuali Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKMF) yang mewadahi minat dan bakat mahasiswa Fakultas Hukum. Berawal dari diskusi-diskusi kecil mengenai mata kuliah dan perkembangan hukum di Indonesia yang dilakukan oleh para mahasiswa yang mayoritas mengambil konsentrasi pidana, maka digagas suatu ide untuk membentuk organisasi yang mewadahi keinginan mahasiswa untuk berdiskusi. Inisiator dari ide atau gagasan tersebut adalah mahasiswa fakultas hukum yang dikenal bernama GILANG FURQON IRIANTO, akhirnya tepat pada hari Jum’at tanggal 12 Desember tahun 2008 dibentuklah sebuah organisasi yang diberi nama Criminal Commonity of Law yang disingkat menjadi CCL. Organisasi ini bergerak dibidang peningkatan kompetensi mahasiswa dibidang hukum baik dalam teori maupun praktik. Mulai dari bedah kasus kasus hukum, kajian rutin bahkan juga mengadakan kegiatan kegiatan yang memang seharusnya dikuasai oleh para mahasiswa hukum nseperti simulasi sidang di pengadilan, legal drafting, perancangan kontrak serta kegiatan lain yang berkaitan dengan hukum. Kemudian atas kesepakatan bersama dan tekat yang kuat dari para mahasiswa yang membentuk organisasi itu, maka dibuat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ ART) yang kemudian diusulkan pada Pembantu Dekan III bidang kemahasiswaan untuk mengesahkan CCL (Criminal Community of Law) menjadi salah satu lembaga kemahasiswaan di Fakultas Hukum. Namun AD/ART yang diajuhkan tidak langsung disahkan oleh Pembantu Dekan III, akan tetpi beliau meminta agar beberapa hal dalam AD/ART yang diajukan direvisi khususnya terkait nama dan bidang-bidang yang ada dalam AD/ ART tersebut. Seuai dengan permintaan Pembantu Dekan III akhirnya para mahasiswa membahas dan mencari nama yang baru serta bidang apa saja yang perlu dilakukan revisi. Berdasarkan beberapa pertimbangan dan diskusi yang cukup panjang akhirnya disepakati dilakukan sedikit perubahan nama dan beberapa bidang bidang tertentu lainnya. Oleh karena organisasi ini sudah dikenal dan akrab disebut dengan nama CCL Untuk itu, agar singkatan CCL tetap melekat pada organisasi ini, maka hanya kepanjangannya yang diganti yakni Criminal Community of Law diganti dengan Court Community of Law. Setelah nama dan bidang-bidangnya direvisi maka AD/ ART organisasi tersebut diajukan kembali pada Pembantu Dekan III bidang kemahasiswaan, kemudian AD/ ART CCL (Court Community of Law) disahkan menjadi salah satu lembaga kemahasiswaan di Fakultas Hukum. Namun pergantian nama kembali harus terjadi lagi pada muswahnya yang kedua terjadi perdebatan dan diskusi yang panjang, para penggurus CCL (Court Community of Law) berpendapat bahwa makna nama CCL (Court Community of Law) pada AD/ ART sebelumnya terdapat multitafsir oleh karenanya pada muswanya yang kedua tersebut pengurus CCL (Court Community of Law) sepakat mengganti nama CCL (Court Community of Law) menjadi Himpunan Mahasiswa Konsentrasi Peradilan Pidana yang disingkat menjadi HMK PP hal tersebut karena juga menyesuaikan dengan organisasi lain yang sama di Fakultas Hukum. Kemudian perubahan nama dari hasil muswanya yang kedua tersebut disampaikan kembali kepada Pembantu Dekan III disaksikan ibu Nunuk Nuswardani, SH.MH. dan kepala bagian bidang pidana, pergantian nama dari CCL (Court Community of Law) menjadi Himpunan Mahasiswa Konsentrasi Peradilan Pidana yang disingkat menjadi HMK PP. Menindak lanjuti dari pergantian nama dari CCL (Court Community of Law) menjadi Himpunan Mahasiswa Konsentrasi Peradilan Pidana yang disingkat menjadi HMK PP, pada hari Jumat tanggal 20 maret 2009 dekanat memberikan Piagam “Declaration of Independence” yang secara resmi menyatakan nama CCL (Court Community of Law) diganti menjadi Himpunan Mahasiswa Konsentrasi Peradilan Pidana yang kemudian yang disingkat menjadi HMK PP. Piagam tersebut juga menjadi dasar bahwa HMK PP merupakan Organisasi Kemahasiswaan (ORMAWA) yang bersifat Independen sehingga dalam menjalankan kegiatan kegiatannya HMK PP tidak boleh di intervensi oleh pihak manapun.



Deskripsi :

Himpunan Mahasiswa Konsentrasi Peradilan Pidana (FH) Utm didirikan oleh mahasiwa bernama GILANG FURQON IRIANTO pada hari jumat tanggal 12 Desember 2008. Organisasi ini pertama kali dikenal dengan nama CCL (criminal community of law) namun dalam perjalanannya Himpunan Mahasiswa Konsentrasi Peradilan Pidana berganti nama sebanya dua kali, Pertama CCL (criminal community of law) menjadi CCL (court community of law) kemudian dari CCL (court community of law) diganti menjadi Himpunan Mahasiswa Konsentrasi Peradilan Pidana pada hari jumat tanggal 20 maret 2009 pada muswanya yang kedua. Himpunan Mahasiswa Konsentrasi Peradilan Pidana bersifat independent dalam menjalankan kegiatan kegiatannya HMK PP tidak boleh di intervensi oleh pihak manapun.



Visi dan Misi :