
Kamis , 5 Oktober 2023
Hotel Kampi, Surabaya.
Dalam acara seminar ini sungguh sangat bermanfaat karena membahas tuntas tentang peran pondok pesantren sebagai pilar utama dalam penguatan nilai-nilai pancasila.
Erma Rusdiana , Selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo Menyampaikan bahwa harapan dari terselenggaranya acara ini bisa memberikan manfaat bagi kita semua terutama pada penguatan nilai luhur pancasila yang sudah menjadi ideology Negara kita ini.
Safi, Selaku Rektor Universitas Trunojoyo Madura Menyampaikan Pondok pesantren sebagai pilar utama dalam penguatan nilai pancasila, bukan berarti kita meragukan ideologi pancasila. Jadi peran dan kiprah pondok pesantren tidak boleh dilupakan dalam proses kemerdekaan dulu. Tanggal 22 oktober ditetapkan sebagai hari santri nasional, dengan semangat revolusi jihad itu memunculkan semangat yang berkobar untuk memerdekakan kembali Republik Indonesia. Lebih lagi kalau kita mencermati ke lima sila itu adalah makanan sehari-hari dalam lingkungan pondok pesantren.
Makki Nasir, Selaku Ketua PCNU Bangkalan Sekaligus Pengasuh Salah satu POndok Pesantren Di bangkalan Menyampaikan Berbicara pesantren alhamdulillah kita hidup di indonesia telah disemai bibit keindahan oleh wali wali allah dulu. Tentang perbedaan, akulturasi budaya yang ada di indonesia. Taaruf dan terjalin sebuah langkah menuju kebaikan, dulu lembaga pendidikan jaman Rasulullah adalah masjid, seiring dengan perkembangan jaman kajian kajian pendidikan agama di lakukan di ruangan-ruangan khusus di dekat masjid. Di indonesia ada hubungan pondok pesantren dengan kesultanan-kesultanan, di lingkungan pesantren sanad keilmuan dijaga, karena Allah menciptakan manusia yang diragukan oleh malaikat (manusia yang akan menumpahkan darah, pertikaian, kerusakan di dunia) Era digital mampu merespon keadaan di luar kendali sebuah entitas, bagi orang desa akan terjadi abstraksme dalam mersepon suatu keadaan dinamika yang ada di media digital. Ahli sunnah wal jamaah di jadikan pedoman untuk beragama, dalam lingkup nkri titik temunya ada di kesatuan, maka beribacara bentuk negara dari sabang sampai merauke di temukan duatu falsafah pancasila untuk menyatukan keberagaman.

Dilanjut OLeh Pemateri Hebat Yaitu:
1. Prof. Dr.Sarkadi, M.Si (Ketua ADPK Nasional & Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta)
2. Agus Wahyudi, Ph.d (Ketua Pusat Studi Pancasila Universitas Gadjah Mada)
3. Prof. Irfan Idris, M.A. (Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme republic Indonesia)
4. Prof. Dr. Yudi Widagdo Harimuti, S.H., M.H.( Guru Besar FH Universitas Trunojoyo Madura)
Sepakat Menyampaikan Bahwa Pondok pesantren bukan hanya lembaga pendidikan, namun eksistensinya juga berperan dalam pembangunan bangsa.Tantangan pondok pesantren kontemporer.
Isu terorisme dan radikalisme dari pesantren
Ketika kita berbicara tentang ideologi di indonesia, banyak ideologi ideologi yang beredar tidak hanya pancasila, misalkan islamisme, komunisme, marxisme, paham paham yang intoleran, dsb. Oleh karena itu ponpes menjaga keutuhan nkri.
Model Pendidikan Ponpes berbasis teknologi
Sekarang tidak lagi ponpes itu terkesan kuno dan tradisional, menyambut era digital banyak pesantren yang sudah mengandalkan teknolgi dalam metode pembelajarannya. Dan tidak hanya media, namun keilmuannya sudah modern.Konsep Islam dan Pancasila sebenarnya berbanding lurus, tidak ada yang bertentangan dengan ajaran-ajaran islam. Persoalan hubungan habluminnallah habluminnannas. Ketika kita mengimplementasikan nilai pancasila berbanding lurus dengan ajaran-ajaran agama. Jadi ponpes tidak hanya lembaga pendidikan, namun lebih dari itu, pengabdian masyarakat, pelatihan, simbol budaya Banyak pahlawan pejuang dulu dari pondok pesantren yang ikut berjuang melawan (jihad) penjajah dalam menjaga keutuhan NKRI.

