Fakultas Hukum (FH) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar rapat senat terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-42 Kamis (26/10). Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung RP Mohammad Noer tersebut dihadiri Irjen Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Irjen Kemendes PDTT Teguh mengucapkan selamat Dies natalis Ke-42 FH UTM. Di usianya yang ke-42, banyak pengalaman yang dimiliki fakultas tertua di UTM tersebut. Salah satunya, FH UTM merupakan fakultas yang konsentrasi pada desa.
”Sangat jarang ada perguruan tinggi yang konsentrasi pada desa seperti FH UTM. Kami yakin ke depan semakin banyak peluang untuk mengakselerasi SDM di desa,” ujarnya.

Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo madura berencana membuka Rekognisi Pembelajaran lampau (RPL). Teguh optimistis, jika rencana itu berhasil, akan berdampak positif bagi masyarakat desa. ”Jadi, saya yakin jika RPL ini berhasil, akan membantu pembangunan desa,” paparnya.
Rektor UTM Safi’ mengapresiasi capaian Fakultas Hukum di usia ke-42 tahun ini. Sebagai salah satu fakultas tertua, banyak peningkatan yang dicapai FH. Dia berharap, akreditasi dan prestasi yang selama ini diperoleh FH terus meningkat.
”Akreditasi baik sekali harus ditingkatkan kembali dan disegerakan untuk menjadi akreditasi unggul. Syukur-syukur sekaligus dengan akreditas internasional,” ujarnya.
Dalam hal pengawalan pembangunan desa, FH UTM sejak 2022 sudah menetapkan scientific vision hukum pembangunan desa. Sebab, keberadaan UTM tidak terlepas dari sejumlah desa yang ada di empat kabupaten di Pulau Garam.
”Ciri masyarakat Madura adalah masyarakat desa. Maka, kami berharap lulusan kami nantinya bisa membantu desa dalam menyelesaikan persoalan di desa,” harapnya.

Dekan FH UTM Erma Rusdiana mengutarakan, ada beberapa capaian Fakultas Hukum tahun ini. Baik dari peningkatan sumber daya manusia (SDM), kerja sama dalam maupun luar negeri, dan sebagainya.
”Capaian yang sudah diraih setahun ini kami sampaikan pada kegiatan Dies Natalis. Kami juga tengah berikhtiar mencapai Akreditasi Internasional,” imbuhnya.

Saat ini, sambung Erma, FH UTM mulai konsentrasi di bidang ilmu hukum tentang Pembangunan Desa. Dia berharap, FH UTM menjadi barometer di bidang hukum Pembangunan desa.
”Jadi, siapa yang ingin belajar hukum pembangunan desa bisa datang ke fakultas hukum UTM
semoga dengan adanya kegiatan ini bisa memberikan perkembangan tinggi yang pesat terhadap FH UTM di bidang pendidikan pembangunan desa.
Hasan Baisuni

