The 3rd Summer School on Comparative Regionalism Regionalism and Crisis Mitigation: A Multidisciplinary Approach

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo Madura: Farell Heydar Hilmy Fattuberty, Nandhini Wulandari Nur Safitri, Savira Salwa Anindya Putri, Pripta Putri Pertiwi, Peternus Marttua Siahaan Lali

Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga, bekerja sama dengan United Nations University Institute on Comparative Regional Integration Studies (UNU-CRIS) dari negara Belgia dan International School of Economics of M. Narikbayev KAZGUU University dari negara Kazakhstan, telah menyelenggarakan The Third Summer School on Comparative Regionalism yang tahun ini dengan focus tema “Understanding the role of regional mechanisms in mitigating crises from multidisciplinary perspectives“, pada tanggal 5 Juni sampai dengan 11 Juni 2023. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa S1, S2, dan S3 dari 19 Negara baik dari Benua Asia, Australia, Eropa, Afrika dan Amerika. Pada kesempatan ini Dosen Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo Madura Dr. Rina Yulianti, SH., MH. mendapatkan undangan menjadi coach/tutor dan 5 Mahasiswa Fakultas Hukum Trunojoyo mendapatkan undangan menjadi peserta. Mahasiswa UTM merupakan satu-satunya PTN di Indonesia yang berkesempatan diundang untuk perbartisipasi dalam kegiatan ini.

Mahasiswa Fakultas Hukum UTM yang terpilih untuk menjadi peserta pada kegiatan ini antara lain:

  1. Nandhini Wulandari Nur Safitri (NIM. 210111100244)
  2. Farell Heydar Hilmy Fattuberty (NIM. 200111100108)
  3. Pripta Putri Pertiwi (NIM. 210111100309)
  4. Savira Salwa Anindya Putri (NIM. 200111100076)
  5. Peternus Marttua Siahaan Lali (NIM.210111100090)

The Third Summer School yang bertempat di gedung Aseec Universitas Airlangga mengundang Instruktur dengan kompetensi keilmuan yang beragam dan memberikan pembelajaran berdasarkan kepakaran mereka, sebagaimana yang menjadi tujuan dari The Third Summer School, yaitu untuk memahami bagaimana mekanisme regional dapat mendorong ketahanan negara dan masyarakat dalam menghadapi krisis, mendorong pembangunan berkelanjutan, dan meningkatkan konektivitas di dalam dan antar wilayah. The Third Summer School ini dirancang untuk mahasiswa, peneliti, dan praktisi dari berbagai disiplin ilmu termasuk hukum, hubungan internasional, ekonomi, ilmu politik, sosiologi, dan studi lingkungan.

Para Instruktur, yang hadir dalam kegiatan ini antara lain:
1. Alessandra Russo (Universitas Trento, Italia)
2. Arief Hargono (Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga)
3. Filippo Costa Buranelli (Universitas St. Andrews, Inggris)
4. Jamie Pring (Universitas Basel dan UNU-CRIS)
5. Irjen Pol. (Purn.) Dr. Juansih (Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga)
6. Lelio Iapadre (Universitas L’Aquilla dan UNU-CRIS)
7. Marek Neumann (Universitas Groningen, Belanda)
8. Nari Shelekpayev (Universitas Yale, AS)
9. Ni Made Sukartini (Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga)
10. Song Lilei (Universitas Tongji, RRC)
11. Paradorn Rangsimaporn (Kementerian Luar Negeri, Thailand)
12. Nanae Baldauff (UNU-CRIS)

Model pembelajaran dalam summer school ini tidak hanya dengan pemberian materi kuliah dikelas tetapi juga ada pembelajaran langsung/lapangan yang dilakukan di Taman Mangrove Wonorejo Surabaya, Pemerintah Daerah Kotamadya Surabaya, Akademi Angkatan Laut (AAL) dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sidoarjo. Pada kesempatan yang berbeda Dr. Mufarrijul Ikhwan, SH., MH., selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan mendorong agar kegiatan seperti ini bisa berkelanjutan dan semakin banyak mahasiswa yang dapat mengakses, beliau menuturkan juga selain mahasiswa fakultas hukum UTM kali ini dapat memahami perspektif multidisiplin tentang peran mekanisme regional dalam manajemen krisis mereka juga tercatat dalam kinerja mengirim mahasiswa/outbound diforum internasional. (RY)

Leave a Reply